Pompa Lumpur Tailing Nikel Morowali: Suku Cadang HPAL Tahan Korosi Klorida

Suku cadang pompa slurry untuk sirkuit tailing dan underflow hidrosiklon di area operasi HPAL Morowali, Sulawesi Tengah. Material high-chrome A07 (15% Cr, 3% Mo) dan A49 (28% Cr) tahan korosi klorida sampai 12.000 ppm, karet R26 untuk zona netralisasi, poliuretan R33 untuk duty impact tinggi. Kompatibel dimensi dengan Warman AH/HH dan Metso HM, ready stock di gudang Surabaya, pengiriman 4 sampai 6 hari ke site.

Morowali sebagai pusat nikel HPAL Indonesia

Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah adalah pusat pertumbuhan nikel Indonesia sejak 2018. Dua kawasan industri utama ada di sini: Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Huadi Nickel-Alloy Industrial Park, dengan total kapasitas produksi nikel matte dan mixed hydroxide precipitate (MHP) lebih dari 600.000 ton per tahun. Beberapa operator besar: PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, PT QMB New Energy Materials (proyek joint venture GEM Co., Tsingshan, dan CATL), dan PT Halmahera Persada Lygend.

Yang membedakan Morowali dari kompleks nikel lama seperti Sorowako dan Pomalaa adalah dominasi proses HPAL (High Pressure Acid Leaching) dibanding pirometalurgi. HPAL memakai asam sulfat pada suhu 250°C untuk mengekstrak nikel dari bijih limonit kadar rendah. Output slurry tailing HPAL jauh lebih korosif: pH 2 sampai 4 (asam sulfat sisa), klorida 5.000 sampai 12.000 ppm (air laut untuk proses), dan suhu 45 sampai 78°C. Material high-chrome standar yang biasa dipakai di Sorowako habis dalam 4 sampai 6 bulan di Morowali karena serangan korosi sumuran.

Coolair Group mulai supply suku cadang pompa tailing ke Morowali sejak 2022 lewat gudang Surabaya. Saat ini ada stok reguler impeller dan volute liner A07 untuk seri Warman 6/4 D-AH sampai 10/8 F-AH, plus cartridge bearing dan mechanical seal. Lead time rata-rata 7 sampai 10 hari dari konfirmasi order ke pengiriman di jetty Morowali.

Material yang direkomendasikan untuk tailing HPAL Morowali

Pemilihan material mengikuti konsentrasi klorida, pH, dan suhu slurry di masing-masing titik sirkuit.

Material Komposisi Kekerasan Cocok untuk
A07 (High-chrome + Mo) 15% Cr, 3% Mo, 0,6% Ni 58-60 HRC Impeller dan volute untuk zona aktif HPAL (pH 2-4, suhu tinggi)
A49 (High-chrome premium) 28% Cr, 2,8% C, dengan perlakuan panas khusus 60-65 HRC Sirkuit tailing dengan klorida di atas 10.000 ppm dan suhu di atas 70°C
R26 (Karet tahan asam) Polychloroprene + aditif tahan asam 65-72 Shore A Volute liner dan frame plate di zona netralisasi (pH 6 ke atas, suhu di bawah 55°C)
R33 (Poliuretan heavy-duty) Poliuretan elastomer tahan impact 80-90 Shore A Throat bush dan frame plate liner di zona impact underflow hidrosiklon
Duplex 1.4462 Besi tuang dupleks 25% Cr, 5% Mo, 0,15% N 260-290 HB Shaft sleeve dan komponen poros di zona korosi berat

Suku cadang yang kami supply untuk pompa tailing Morowali

Komponen utama yang paling sering diganti dalam operasi HPAL Morowali.

Impeller (Rotor)

Material A07 atau A49 untuk slurry aktif HPAL. Tersedia ukuran 4/3, 6/4, 8/6, 10/8 dan 12/10. Dimensi presisi OEM Warman dan Metso dengan balancing statis G6.3.

Volute Liner

Lapisan volut dalam high-chrome A07 atau karet R26. Konstruksi split horizontal memudahkan inspeksi. Toleransi diameter dalam ±0,15 mm.

Frame Plate Liner

Lapisan antara volut dan frame, paparan slurry dari sisi hisap. Material poliuretan R33 atau high-chrome A07 sesuai tingkat abrasi.

Throat Bush

Bush kerucut antara impeller dan volute. Poliuretan R33 untuk impact tinggi, atau high-chrome untuk slurry korosif berat.

Shaft Sleeve

Selongsong poros stainless duplex 1.4462 atau hard chrome plating. Melindungi poros dari keausan slurry dan korosi klorida.

Cartridge Bearing Assembly

Poros 42CrMo, bantalan SKF atau FAG, labyrinth seal ganda. Umur pakai 18 sampai 24 bulan pada duty 24/7 di site nikel.

Mechanical Seal

Seal mekanik silicon carbide dan tungsten carbide untuk slurry dengan klorida tinggi. Alternatif gland packing dengan flush air.

O-ring dan Gasket Kit

Viton® FKM atau HNBR untuk suhu tinggi dan kimia agresif. Kit lengkap untuk satu periode shutdown.

Pompa yang dipakai di sirkuit tailing HPAL Morowali

Suku cadang kami interchangeable dengan seri OEM berikut tanpa modifikasi.

Untuk konfirmasi dimensi, kirim nomor seri pompa atau kode OEM part. Tim engineering kami cocokkan dalam 2 jam pada jam kerja.

Tips perawatan pompa tailing di site Morowali

Empat hal yang biasanya memperpanjang umur impeller A07 di sirkuit HPAL.

  1. Flush air di gland packing: pastikan tekanan flush air 1,5 sampai 2 bar di atas tekanan ruang pompa. Ini mencegah slurry merembes ke poros dan merusak sleeve. Di Morowali, kualitas air laut bisa dipakai asal sudah difilter 50 mikron.
  2. Monitoring getaran mingguan: gunakan sensor portable di bearing housing. Baseline normal 2 sampai 3 mm/s RMS. Kalau naik ke 6 sampai 8 mm/s, cek impeller untuk korosi sumuran atau ketidakseimbangan akibat keausan selektif.
  3. Rotasi posisi pompa: untuk pompa parallel di tailing disposal, rotasi pompa tiap 3 bulan. Ini meratakan keausan dan memberi waktu pada pompa standby untuk kering dan inspeksi.
  4. Pencatatan pH dan suhu harian: kebanyakan kerusakan cepat di Morowali akibat excursion pH (di bawah 1,5 karena neutralizing plant trip) atau suhu (di atas 80°C). Catat di log sheet dan set alarm SCADA.

Suku cadang terkait untuk operasi nikel Indonesia

Minta penawaran untuk pompa tailing Morowali

Kirim model pompa dan material yang Anda pakai saat ini. Tim kami respon dalam 24 jam dengan harga dan jadwal pengiriman.

Minta Penawaran Gratis →