Komponen kecil yang belum banyak disadari biayanya. Expeller memutar air gland seal kembali ke throat pompa, sehingga air bersih yang dialirkan ke packing berkurang 60 sampai 80 persen. Untuk circuit CIL dan heap leach, angka itu langsung terasa di biaya reagent dan volume kolam tailing.
Semua pompa slurry yang menghandling pulp perlu air untuk membasahi packing. Air itu masuk lewat pipe gland, melewati packing, lalu sebagian besar bocor ke luar dan hilang ke bak penampung. Air yang hilang itu air bersih, sudah ditambah bahan kimia, dan pada circuit CIL sudah tercampur sianida. Expeller mengubah aturan main itu. Bagian expeller terpasang di poros, tepat di belakang impeller, berputar bersama pompa, dan bekerja sebagai pompa kecil yang menyuntikkan air gland bertekanan kembali ke dalam throat. Alirannya berputar, bukan keluar. Yang tersisa menetes lewat packing jauh lebih sedikit, jadi tekanan air gland cukup diturunkan tanpa seal kehilangan fungsi geseknya.
Efek sampingnya tidak kalah menarik. Air yang bersirkulasi ulang justru mendinginkan poros dan stuffing box, yang membuat packing lebih awet. Back pressure dari expeller juga menahan gaya axial, sehingga beban pada thrust bearing turun. Ada satu hal yang perlu dicatat, sebagian operator mengeluh getaran naik setelah expeller dipasang. Penyebabnya hampir selalu pemasangan yang salah, bukan komponennya.
Expeller kami di-machining CNC dari cor high chrome white iron, lalu di-balance dinamis kelas G6.3. Toleransi runout kami tahan di bawah 0,05 mm pada diameter luar. Angka itu kecil, tapi pada RPM pompa slurry yang bisa 1.200 sampai 1.800, selisih 0,05 mm sudah cukup membuat bantalan bergetar dalam hitungan bulan. Karena itu kami tidak mengirim expeller yang hanya dicor lalu dibubut kasar.
Berikut angka untuk pompa 6/4 AH dengan debit 250 m3/jam dan tekanan discharge 40 bar, titik operasi yang lazim dipakai di circuit CIL. Angka ini bukan theoretis, tapi tetap bergantung pada tekanan suction, kecepatan Putting, dan setting packing di lapangan. Faites angka yang terlalu bagus, dan hasilnya akan meleset.
| Kondisi pompa | Debit air gland | Tekanan air gland | Konsumsi per hari | Konsumsi per tahun (7.000 jam) |
|---|---|---|---|---|
| Tanpa expeller | 7,5 m3/jam | 0,5 bar | 180 m3 | 52.500 m3 |
| Dengan expeller | 1,8 m3/jam | 0,8 bar | 43 m3 | 12.600 m3 |
| Penghematan per pompa | 5,7 m3/jam | — | 137 m3 | 39.900 m3 |
Untuk plant dengan 8 pompa 6/4 AH yang paralel, penghematannya sekitar 273.000 sampai 320.000 m3 air gland per tahun. Kalau air tersebut dihargai all in Rp 8.000 sampai 9.000 per m3, sudah termasuk biaya pemompaan air bersih, treatment, dan sodium cyanide yang ikut terbuang, totalnya Rp 2,2 sampai 2,9 miliar per tahun. Dengan 8 set expeller di kisaran USD 280 sampai 450, payback-nya jatuh di 1,4 sampai 1,8 tahun. Baru ini hitungan air; ada satu komponen lagi yang lebih mahal dan sering luput dihitung, yaitu jam stop proses saat konsentrasi cyanide masuk tanpa kendali.
Di heap leach, air gland yang hilang masuk ke sistem dan ikut mengencersi larutan. Makin banyak air yang masuk, makin rendah konsentrasi sianida yang benar-benar sampai ke bijih, dan plant butuh waktu lebih lama untuk dapat recovery yang layak. Larutan leach yang terlalu tipis juga menaikkan reagent cost per ton bijih. Expeller memangkas salah satu sumber air yang paling sulit dikendalikan, karena selama ini operator menganggap air gland sebagai biaya tetap yang tidak bisa disentuh.
Di CIL, ceritanya hampir sama dengan satu tambahan: carbon aktif juga ikut terbawa ke kolom adsorpsi. Air yang tidak diinjeksi balik berarti effluent dengan carbon aktif teradsorpsi lebih besar, dan plant butuh counter-current washing yang lebih panjang. Praktisnya, setiap 10 persen air yang dihemat dari gland berarti tangki settler dan kolom adsorpsi bisa dikecilkan sedikit. Tidak banyak yang memperhitungkan ini, padahal dampaknya ke capex jauh lebih besar daripada tagihan air.
Untuk operasi nikel, logikanya sedikit berbeda tapi arahnya sama. Circuit neutralization HPAL di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali memakai air gland dalam jumlah besar, dan air asam yang keluar dari gland membuat lantai ruang pompa korosif. Mengurangi volume air berarti mengurangi risiko tumpahan dan memperpanjang umur lantai. Expeller bukan komponen wajib di sini seperti di CIL, tapi hitungannya tetap masuk akal.
Expeller kami dibuat sebagai direct replacement. Karena ukuran luar expeller relatif standar untuk tiap ukuran pompa, match umumnya cukup dengan nomor frame. Untuk ukuran yang jarang, kirim dimensi expeller lama. Tabel berikut cakupannya.
| Merek pompa | Seri | Ukuran | Material tersedia | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Warman | AH, AHF | 3/2 sampai 10/8 | A05, 316 | Stok ready 4/3, 6/4, 8/6 |
| Warman | HH | 4/3 sampai 8/6 | A05 | Head tinggi, perlu konfirmasi RPM |
| Metso | HM, HR | 4x3 sampai 10x8 | A05, 316 | Cross-reference dari nomor OEM |
| KSB GIW | LCC-M, LCC-R | 65-150 sampai 250-350 | A05, 316 | Kirim nomor frame untuk konfirmasi |
| Sulzer | CPT | Beragam | A05 | Butuh gambar dimensi |
Expeller gagal pelan-pelan, bukan mendadak. Kalau operator tahu tanda-tandanya, penggantian bisa masuk jadwal shutdown yang sudah direncanakan. Kalau tidak, penggantian mendadak di tengah operasi CIL berarti plant berhenti.
Enam hal yang paling sering ditanyakan engineer Classifier dan maintenance saat offer expeller untuk circuit mereka.
Expeller duduk di ruang stuffing box, berputar mengikuti poros, dan memompa air gland seal kembali ke throat pompa. Efeknya air seal yang bersih tidak lagi terbuang ke bak penampung tapi didaur ulang, sehingga konsumsi air gland turun 60-80%. Pada pompa 6/4 AH di titik operasi 250 m3/jam, debit air gland turun dari sekitar 7,5 m3/jam menjadi 1,8 m3/jam. Untuk circuit CIL, penghematan ini setara dengan mengurangi dilusi sianida dan menurunkan beban kolam tailing, dua hal yang biasanya paling mahal di operasi plant proses.
Kami membuat expeller untuk seri Warman AH dan AHF ukuran 3/2 sampai 10/8, seri HH 4/3 sampai 8/6 untuk head tinggi, serta Metso HM dan HR ukuran 4x3 sampai 10x8. Untuk KSB GIW LCC 100 sampai 250 dan Sulzer CPT, kirim nomor frame dan gambar dimensi expeller lama, kami konfirmasi part number dalam 24 jam. Setiap expeller kami machining CNC dengan toleransi runout di bawah 0,05 mm karena ketidakseimbangan kecil saja sudah memunculkan getaran pada bantalan.
High chrome A05 (27% Cr, 58-62 HRC) adalah pilihan bawaan kami karena keras dan tidak terkikis oleh quartz yang lolos crusher, sesuatu yang selalu ada di circuit proses meski sudah ada cyclone. Stainless 316 kami pakai untuk slurry bersih dengan 비중 rendah seperti air decryptol atau air effluent, di mana A05 dibutuhkan tanpa abrasi berarti. Campuran dua material di satu pompa, misalnya A05 untuk expeller dan 316 untuk impeller, jarang memberi hasil paling baik karena dua profil keausan yang berbeda.
Lima tanda yang paling sering muncul. Pertama, debit air gland naik lebih dari 50% dari setting awal padahal tekanan gland tetap sama. Kedua, suara bola logam dari expeller yang bergesekan dengan dinding chamber. Ketiga, ada garis merah di dalam packing gland, itu tanda partikel keras menembus seal. Keempat, temperatur poros naik 5 sampai 8 derajat Celsius tanpa perubahan beban pompa. Kelima, hasil spektrum getaran menunjukkan frekuensi 1x yang naik, yang menandakan expeller mulai kehilangan keseimbangan. Ukur setiap awal bulan, jangan tunggu packing bocor baru bertindak.
Untuk 8 pompa 6/4 AH yang operasi 7.000 jam per tahun, penghematan air gland berada di kisaran 270.000 sampai 280.000 m3 per tahun. Kalau air gland dihargai all in Rp 8.000 sampai 9.000 per m3, sudah termasuk biaya pemompaan air bersih, treatment, dan reagent sodium cyanide yang ikut hilang, penghematan tahunan menyentuh Rp 2,2 sampai 2,5 miliar. Dengan 8 set expeller di kisaran USD 280 sampai 450 per set, payback jatuh di angka 1,4 sampai 1,8 tahun. Hitungan ini tidak termasuk penghematan jam stop karena proses kehilangan cyanide, yang biasanya menambah hitungannya lagi.
Kirim nomor frame pompa, ukuran discharge, Operating RPM, dan foto expeller lama dengan penggaris di sampingnya lewat halaman kontak atau langsung ke pumpsandspareparts@foxmail.com. Kami balas dalam 24 jam dengan nomor part, harga, dan jadwal. Stok untuk AH 4/3, 6/4, dan 8/6 bisa kirim dari gudang Surabaya dalam 7 sampai 10 hari ke Timika, Sorong, atau Jayapura. Untuk ukuran besar di atas 10/8, jadwal produksi 6 sampai 8 minggu.
Empat kesalahan yang kami lihat berulang di lapangan. Pertama, tekanan air gland diturunkan berlebihan setelah expeller dipasang, sampai packing kering dan cepat rusak. Setting yang benar ada di rentang 0,7 sampai 1,0 bar untuk 6/4 AH. Kedua, expeller dipasang terbalik, arah alirannya keluar, bukan masuk. Ketiga, impeller yang sudah aus membuat expeller ikut berputar dengan RPM yang tidak stabil. Keempat, panjang packing tidak dikembalikan ke setting semula, sehingga kebocoran awal yang sebenarnya cuma soal tuning.
Satu anjuran teknis: sebelum membeli 8 set sekaligus, pasang 1 set dulu dan ukur 30 hari. Datanya jadi dasar untuk menghitung payback sisanya dengan angka milik plant Anda sendiri, bukan angka tabel pabrikan. Site yang expellernya sudah bekerja biasanya tidak akan melepasnya lagi, dan itu sebabnya expeller jarang disimpan sebagai persediaan di rak.
Bagian yang paling sering diganti bersamaan dengan expeller karena keduanya berada di ruang stuffing box.
Lihat →Menggantikan bantalan journal dan thrust bearing sekaligus, menghemat waktu overhaul.
Lihat →Liner sisi suction yang menentukan umur impeller. Sering aus bersamaan dengan seal.
Lihat →Kirim debit pompa, Operating RPM, dan jumlah pompa di circuit. Kami hitung balik angka penghematan air dan cyanide, lalu tunjukkan berapa lama expeller balik modal di lokasi Anda.
Hubungi tim engineering →